.

Wanita Modern; Aku Bukan !

 

Duduk di kursi belakang, rencana menikmati perjalananku, akhirnya kacau oleh percakapan kedua tanteku yang duduk di jok tengah dan depan. Pembicaraan sederhana ala ibu-ibu, namun topiknya asyik untuk ditulis, menggugah saya, moga juga buat pembaca. Topik tentang wanita modern.

“Tamat SMA nanti Wenny akan kuliah di mana?” tanya tanteku yang bertubuh gemuk.

“Rencana sih di Jakarta sesuai keinginan dia”. Jawab tanteku yang sedikit kurus.

“Kalau saya sih, buat apa sekolah jauh-jauh, toh ujungnya mereka harus tahu urusan dapur, kasur dan sumur. Aku takut gaya Marshanda memengaruhi anaku”. Sampai di sini suasana hening. Entah apa dipikiran mereka masing-masing.

Saya pun demikian. Saya sadar pemikiran mereka berbeda dengan pemikiran saya. Pengetahuan tanteku pasti lebih jauh, plus pengalaman menjadi ibu rumah tangga. Beda dengan aku. Bukankah pengalaman adalah guru paling berharga?

Kok beda? Pertanyaan ini yang ada dalam pikiranku. Jaman sekarang disebut modern, kedua tanteku yang notabene ibu, tahu itu. Tapi justru mengingkari konsep wanita modern yang ada sekarang. Why? Apa yang salah.

Saya juga tidak mengetahui asal mula konsep wanita modern hari ini, wanita modern katanya bebas, bebas untuk keluar rumah, bebas menentukan nasibnya sendiri, bebas memilih pasangan hidup, bebas berkawan dengan siapapun. Bebas... sampai di mana batas kebebasan itu? Lalu mungkinkah kebebasan mereka dibatasi oleh ketaatan kepada orang tua yang melahirkan mereka?

Saya sadar sebagai wanita, dalam modernitas, gaya yang mengikuti trend, hanyalah desain sosial dan dibentuk oleh imej belaka. Kecantikan, fashion, cara jalan, dibentuk oleh mereka yang mungkin tidak memiliki tante seperti tanteku.

Akhirnya, lahirlah wanita yang dijadikan sebagai alat utama untuk mendapatkan uang. Betapa tidak, dengan kecantikannya wanita merasuk, mempermainkan dan memanipulasi kesadaran pria untuk linglung dalam desiran-desiran kekaguman pada keelokannya. Setelah itu seorang pria bertekuk lutut dihadapannya untuk mempersembahkan segala (baca; fenomena Jilboobs).

Percakapan di mobil belum berakhir. Tanteku yang gemuk berbalik melihatku. “Loh si Eka kan juga sekolah jauh, tuh jadi orang”. Aku tersenyum. Ada juga ibu yang menggapku sudah menjadi orang hehehe... wanita modern. Aku bukan wanita modern ...
Wanita Modern; Aku Bukan ! 4.5 5 EYH Libnan Wanita modern, konsep wanita modern, topik tentang wanita modern. pengertian wanita modern Duduk di kursi belakang, rencana menikmati perjalananku, akhirnya kacau oleh percakapan kedua tanteku yang duduk di jok tengah dan depan. Pe...