.

Perasaan Takut Bakal Tidak Menikah

 

"Apa yang membuat kamu takut?" Pertanyaan ini sering berbisik dalam diriku sendiri. Saya beranggapan kalau takut itu manusiawi. Takut adalah hal wajar hadir dalam diri tiap manusia. Semua orang pernah takut, seperti semua orang pernah gembira, seperti semua orang pernah mengalami sifat manusia lainnya.

Takut adalah kualitas rendah dari berani. Takut lebih dominan muncul dari pikiran. Makin sering berkalkulasi lebih, maka takut akan mudah muncul. Saya kadang takut jalan malam, karena pikiran saya merangkak merambah jauh, apa yang terjadi nantinya, mungkin ada penjahat, mungkin ada hantu. Saat lama berpikir mengkalkulasi kemungkinan baik buruk, maka ketakutan akan hadir.

Sebagai wanita, ketakutan terbesar ternyata tidak mendapatkan pasangan hidup. Yah, perasaan takut bakal tidak menikah adalah ketakutan terbesar dari seorang wanita. Perasaan takut bakal tidak menikah, akan muncul seiring bertambahnya umur, dan seiring wanita yang muda sedikit demi sedikit akan menjadi tua. Dulu mereka yang anak-anak, menjadi remaja, lebih cantik, lalu menjadi "saingan".

Kalkulasi mulai muncul, berlebihan, jauh, lalu wanita takut.


Banyak anekdot nyentil akan hal ini. Saat masih remaja, katanya masih dzuhur, lulus kuliah, katanya sudah ashar, dan masuk umur 30 tahun, wanita akan dikatakan wanita isya. Ketakutan makin besar. Haruskah hidup tak wajar, karena tak memiliki pasangan sah.

Lalu bagaimana mengatasi perasaan takut bakal tidak menikah? bagi saya sederhana, "jangan terlalu dipikirkan". Jodoh sudah diatur, tinggal kita berusaha dengan cara terbaik. :)
Perasaan Takut Bakal Tidak Menikah 4.5 5 EYH Libnan "Apa yang membuat kamu takut?" Pertanyaan ini sering berbisik dalam diriku sendiri. Saya beranggapan kalau takut itu manusiawi. Ta...